MEMANFAATKAN MATERI UNTUK KEBAIKAN
MEMANFAATKAN MATERI UNTUK KEBAIKAN
Sehari-hari, kita hidup tak lepas dari urusan materi. Dan, kita harus mengakuinya. Sebab, kita memang hidup di dunia dengan berbagai macam sarana dan prasarana yang membutuhkan materi tertentu untuk membantu kita menjalani hidup. Tak heran, jika dalam pandangan masyarakat berkembang pendapat, bahwa “uang memang bukan segalanya, tapi segalanya pasti butuh uang”.
Tentu, kita sendiri harus bijak dalam memahami pengertian tersebut. Jangan sampai, urusan uang menjadikan kita lupa, yang ujungnya malah membuat kita nestapa. Sebab, banyak kejadian, di mana dengan uang malah membuat banyak persoalan. Maka, dengan menggunakan uang secara bijak, akan banyak hal positif yang bisa kita wujudkan.
Dalam sebuah pepatah Tiongkok kuno, disebutkan, “Jika memiliki uang, kita dapat menggerakkan siapa pun bekerja untuk kita.” Bisa juga diterjemahkan dalam arti sempit, bahwa dengan uang, kita punya kuasa. Akan tetapi, kuasa dalam bentuk apa dan bagaimana memanfaatkannya? Itu yang sebenarnya menjadi bahasan utama dalam tulisan ini. Ibarat dua sisi mata uang logam, selalu ada dua sisi pula cara orang memanfaatkan kuasanya atas uang/mateti. Bila sisi positif yang kita tekankan, maka kita pun akan banyak mendapat manfaat dan bisa pula mendayagunakan sekitar pada hal-hal yang penuh kebaikan. Sebaliknya, jika hal negatif yang kita pilih, bukan tidak mungkin uang pun akan menjerumuskan pada banyak derita. Sebagai contoh, simak cerita berikut.
Alkisah, ada seorang raja yang bijaksana. Rakyatnya hidup makmur sejahtera. Beliau punya dua orang putra yang sama-sama hebatnya. Karena itu, dia kebingungan, mana putranya yang akan diangkat jadi putra mahkota menggantikan dirinya.
Raja berharap, saat dirinya digantikan, rakyatnya tetap hidup dengan baik. Maka, suatu hari, ia pun bertanya pada kedua putranya, “Apa yang ingin kalian perbuat pada kerajaan ini jika menggantikanku?”
Putra pertama menjawab, “Ayah, kutahu kerajaan kita sudah sangat sejahtera. Karena itu, jika Ayah memberikan kepercayaan kepadaku, aku akan membuatnya makin kaya dan sejahtera. Kerajaan ini akan makin aku besarkan, bahkan hingga ke kerajaan tetangga!”
Sementara itu, putra keduanya berkata, “Ayah, aku tahu kerajaan ini sudah sejahtera. Karena itu, jika Ayah memercayakan kerajaan ini padaku, aku akan membuat rakyat makin sejahtera dengan menjaga tata nilai kerajaan ini agar mereka makin peduli satu sama lain. Aku berharap, bukan hanya sejahtera, semua rakyat bisa bahagia karena saling menjaga harmonisasi kehidupan di antara mereka.”
Raja berpikir sejenak, kemudian menjawab, “Kalian berdua adalah putra terbaik di kerajaan ini. Jawaban kalian berdua tentang masa depan kerajaan ini, sama baiknya. Karena itu, aku mempertimbangkan agar kalian berdua bisa memerintah. Kerajaan ini bisa dibagi dua, untuk kalian kembangkan sesuai dengan apa yang sudah kalian sampaikan tadi.”
“Ayah betul. Kita bagi saja kerajaan ini jadi dua. Aku akan tunjukkan kepada ayah bahwa aku pasti bisa jadi raja yang lebih baik,” sambut putra pertama.
Namun, putra kedua cepat-cepat menukas, “Ayah, daripada kerajaan dibagi dua, saya rela tidak menjadi raja. Saya hanya ingin rakyat sejahtera. Saya khawatir, jika kerajaan ini dipecah jadi dua, yang ada bukannya sejahtera, tapi akan hancur berantakan karena bisa muncul perselisihan. Saya rela kerajaan ini diserahkan sepenuhnya pada kakak, asal kerajaan ini tetap bersatu dan harmonis.”
Raja tersenyum. “Putraku. Kamulah pemimpin sejati kerajaan ini,” sebutnya pada putra kedua. “Kamu tidak rela kerajaan ini pecah. Itu tanda bahwa kamu tidak haus akan kekuasaan. Nah, putra pertamaku. Aku tahu kamu juga hebat. Karena itu, bantu adikmu ini membangun kerajaan ini lebih sejahtera. Namun, kamu harus belajar lebih bijak, bahwa kekuasaan harus lebih digunakan untuk kebaikan.”
Putra pertama tertunduk malu. Ia pun berjanji, ia akan menjadikan nasihat ayahnya itu untuk menjadi orang serta pemimpin yang lebih baik. Dengan besar hati, ia menerima keputusan ayahnya dan bersedia membantu adiknya untuk membangun kerajaan yang lebih sejahtera.
The Cup of Wisdom
Kisah tersebut menggambarkan bagaimana kekuasaan harusnya dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal berlandaskan kebijaksanaan. Karena itu, saat kita memiliki uang, saat kita berada di atas, saat kita punya kuasa, akan jauh lebih bermakna jika kita bisa menggerakkan banyak orang untuk mencapai kebaikan dan kebahagiaan bersama.
Karena itu, pepatah “jika memiliki uang, kita dapat menggerakkan siapa pun bekerja untuk kita”akan kita maknai sebagai hal untuk mendorong terciptanya banyak kebaikan, dan bukan sebaliknya.
“Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang” dapat kita jadikan pengertian sebagai jalan untuk menyejahterakan lebih banyak orang. Seperti contoh nyata, orang-orang terkaya dunia seperti Bill Gates dan Warren Buffett menggunakan uang/materi yang dimilikinya untuk membuat yayasan kemanusiaan. Dengan cara itu, uang benar-benar menggerakkan kita semua untuk meraih keberlimpahan dan kesejahteraan sejati.
Salam Semangat...!!!
&&&&&&&&&&
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Tempat bermain poker online dan domino99 online paling besar di Indonesia.
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker
DAFTAR SEKARANG dan mainkan 4 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 10.000 di Romeopoker.
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99 dan Bandar Poker.
4 Games Populer
Texas Poker, Domino99, BandarQ dan Bandar Poker.
Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.romeopoker.com
BBM : D1BC1787
Line : 188ROMEOPOKER



Comments
Post a Comment