KALKULASI CINTA
KALKULASI CINTA
“Capek deh…. Pembantu sedang pulang kampung, eh dia malah main golf, pergi ketemu teman, nongkrong ke toko buku.... Nggak tahu orang sedang sibuk apa ya? Ada anak-anak yang harus diurus, makannya, mandinya, cuci bajunya, bersih-bersih rumah! Enak sekali dia!” Omel si istri uring-uringan terhadap si suami yang tidak ada di rumah.
Puncak kemarahan terjadi saat malam hari, saat si suami melempar baju bekas pakai dengan sembarangan. Pertengkaran sengit pun tidak bisa dihindarkan lagi.
“Aku bukan pembantu kamu! Dari dulu semua masalah di rumah ini harus aku yang ngurusin! Hari kerja, kamu enak-enakan di luar sana, bisa bercanda dengan teman-teman kantor. Bisa makan siang di restoran. Sekarang lagi enggak ada pembantu, bukannya bantuin ngurus anak dan rumah, malah pergi bersenang-senang! Aku nggak tahan lagi!” teriakan di tengah malam pun berubah menjadi tangisan yang memilukan.
Mendengar amukan istrinya, si suami menyela, “Kamu kira aku kerja setengah mati bukan untuk kelangsungan hidup keluarga kita? Mikir dong Bu, jangan anggap aku enak-enakan di luar sana. Urusan anak dan rumah tangga kan bagian dari tanggung jawabmu sebagai ibu rumah tangga.... Kenapa sekarang marah-marah begini? Memangnya setelah capek bekerja untuk keluarga, aku ngak boleh rileks? Masih harus ngurusin rumah juga? Kalau begini caranya aku juga nggak tahan! Sekarang maumu apa...?"
Akhirnya, pasangan tersebut memutuskan untuk sama-sama merenung, introspeksi diri. Hendak dibawa kemana ikatan pernikahan ini? Dulu, saat cinta menggebu, rasanya bahagia benar bila bisa memberi sesuatu dan membuat pasangan kita berbahagia. Sekarang, ke mana cinta itu berlalu?
Saudara-saudara yang bijaksana,
Selisih paham di dalam kehidupan rumah tangga adalah hal yang biasa. Perbedaan latar belakang, kedewasaan kepribadian, sikap mau menang sendiri dan komunikasi yang kurang terbuka diantara pasangan, biasanya sebagai penyebab perselisihan. Lebih dari itu, entah kapan dan kenapa, cinta menjadi penuh kalkulasi. Si istri merasa, aku kan sudah melakukan “blablabla” , maka kamu “seharusnya” melakukan “blablabla”. Begitu juga dengan si suami. Jika aku sudah melakukan “begini”, kamu harus “begitu". Dan seterusnya. Jika cinta penuh kalkulasi seperti itu, kemana akan di bawa pernikahan ini? Lebih-lebih jika ada ekspektasi/harapan terhadap pasangan kita dan kenyataan tidak sesuai dengan harapan, pasti akan menimbulkan perasaan kecewa, jengkel, marah, benci dan kemudian pertengkaran berkelanjutan di kemudian hari.
Lalu, bagaimana cinta bisa dipertahankan untuk waktu yang lama? Usaha itu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri! Yakni senantiasa berusaha melakukan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas (alias jangan merasa rugi bila sudah melakukan suatu kebaikan). Jika cinta didasari dengan keinginan yang ikhlas untuk memberi kepada pasangan kita, niscaya rumah tangga kita akan awet hingga “maut memisahkan kita”.
Semoga melalui perjalanan waktu, dengan belajar terus menerus, kita bisa menjadi manusia yang ikhlas demi kebahagiaan keluarga kita sendiri.
Salam Semangat...!!!
&&&&&&&&&
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Tempat bermain poker online dan domino99 online paling besar di Indonesia.
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker
DAFTAR SEKARANG dan mainkan 4 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 10.000 di Romeopoker.
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99 dan Bandar Poker.
4 Games Populer
Texas Poker, Domino99, BandarQ dan Bandar Poker.
Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.romeopoker.com
BBM : D1BC1787
Line : 188ROMEOPOKER
Yahoo Messenger : csromeopoker



Comments
Post a Comment