HARI ESOK AKAN LEBIH BAIK
HARI ESOK AKAN LEBIH BAIK
Selalu ada harapan di balik keterpurukan. Keyakinan yang ditumbuhkan dengan kerja keras, daya juang dan semangat yang tinggi, akan mengubah banyak hal menjadi lebih positif.
Banyak buku yang mengupas tentang keberhasilan bisnis para pengusaha besar. Banyak seminar yang membahas tentang kejayaan berbagai bangsa, dalam upaya “menaklukkan dunia”. Beberapa berasal dari Tiogkok, yang sangat kaya dengan nilai-nilai budaya dan filosofi yang bertahan ribuan tahun lamanya. Ada “tradisi” positif yang mengakar kuat pada masyarakatnya.
Salah satu filosofi yang ingin saya bagikan kali ini adalah prinsip “hari esok akan lebih baik”. Ini adalah sebuah pengertian yang jika diterapkan dalam manajemen perusahaan dan pribadi menjadi sebuah “kekuatan” yang akan selalu menimbulkan harapan. Bahkan, di tengah keterpurukan yang barangkali orang lain memandang sudah benar-benar di bawah, dengan prinsip ini banyak pengusaha yang berhasil bangkit. Mereka berprinsip bahwa semua pasti akan berlalu. Termasuk, segala kesulitan yang dialami saat ini.
Sepertinya, ini kalimat yang sederhana saja. Tapi jika dimaknai dengan kedalaman berpikir, ini adalah ilmu manajemen yang luar biasa. Sebab, hal tersebut bisa menjadikan seorang pengusaha menjadi orang yang tahan banting. Apalagi memang, dalam iklim dunia usaha, ada banyak ketidakpastian.
Salah satu contoh nyata yang paling bisa kita lihat adalah kisah para pengusaha properti saat mengalami krisis ekonomi di tahun 1998. Para pengembang mengalami kebangkrutan massal sehingga banyak proyek properti terhenti akibat lonjakan harga bahan bangunan yang amat tinggi. Belum lagi “biaya-biaya” kerusuhan yang rata-rata dialami oleh hampir sebagian besar pengusaha saat itu. Pengalaman di tahun itu memang sangat pahit bagi banyak orang.
Namun, dengan memegang kuat prinsip hari esok akan lebih baik, sebagaimana juga sebuah lagu yang dinyanyikan almarhum Chrisye—Badai Pasti Berlalu—pelan tapi pasti mereka kembali membangun bisnisnya. Di tengah-tengah bayangan kerugian yang sangat besar, mereka “mengais” harapan. Pelan-pelan, seiring pertumbuhan ekonomi yang kembali pulih, pengusaha-pengusaha tersebut mulai kembali membangun propertinya. Dengan pengalaman sebelumnya, mereka malah mendapat pengalaman untuk lebih berhati-hati.
Bertahun-tahun kemudian—apalagi tahun belakangan ini—kita menyaksikan sendiri pembangunan properti yang luar biasa. Bahkan, melebihi sebelum terjadi krisis di tahun 1998. Bangunan apartemen dengan nilai ratusan juta per unit—atau bahkan miliaran—laris manis. Tak jarang dalam pameran perumahan, sebuah proyek properti sold out hanya dalam hitungan jam saja!
Itulah gambaran dari kuatnya prinsip hari esok akan lebih baik. Sebab, dengan adanya harapan, kita akan selalu punya keyakinan untuk berjuang dan berjuang kembali. Namun bukan hanya itu. Prinsip tersebut juga mengajarkan bahwa esok “akan” dan bukan “pasti” lebih baik. Dalam hal ini, prinsip tersebut juga mengajarkan kewaspadaan. Yakni bahwa kata “akan” masih mengandung ketidakpastian. Sehingga, selain diajarkan untuk selalu optimis, namun kita tetap harus sadar, bahwa semua terjadi tidak dengan mudah. Masih banyak kemungkinan yang terjadi—baik maupun buruk—yang harus kita antisipasi pada esok hari.
Besok “akan” sukses, besok “akan” lebih baik, besok “akan” lebih hebat adalah sebuah kesadaran untuk melalui sebuah proses. Kata “akan” membuat kita seharusnya “membumi” dengan segala impian dan harapan. Sebab, semua belum pasti terjadi. Karena itu, agar menjadi “pasti”, telah menjadi kewajiban kita untuk berbuat yang lebih baik, berbuat lebih maksimal, dan berjuang lebih keras.
The Cup of Wisdom
Prinsip “hari esok akan lebih baik” menurut saya mengajarkan harapan, namun sekaligus juga mengajarkan kesadaran akan arti pentingnya proses yang harus dilalui.
Sebagai kisah renungan penutup, saya ingin menggambarkan perjuangan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang sempat terpuruk dan nyaris bangkrut. Namun di bawah kepemimpinan baru, mereka melakukan banyak perombakan—seperti efisiensi perusahaan dan perubahan sistem manajemen. Prinsip hari esok akan lebih baik membuat semua jajaran manajemen bekerja keras siang dan malam. Jika esok—yang telah dilewati—belum lebih baik, maka hari ini mereka harus bekerja lebih keras lagi. Begitu seterusnya. Layanan ditingkatkan, kinerja dan ketepatan waktu juga terus diperbaiki. Citra positif akhirnya membuat kepercayaan konsumen meningkat.
Tak heran, dengan perubahan manajemen yang cukup signifikan, dari perusahaan yang diambang kebangkrutan, mereka berhasil meraih esok yang lebih baik, terus bertumbuh, serta meraih berbagai penghargaan.
Begitulah, perjuangan tak boleh berhenti. Dengan prinsip hari esok akan lebih baik¸ kita harus sadar untuk mau terus berupaya, bekerja, dan memaksimalkan segala potensi sehingga kita bisa mengubah kata “akan” menjadi “pasti” lebih baik!
Salam Semangat...!!!
&&&&&&&&&&
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Tempat bermain poker online dan domino99 online paling besar di Indonesia.
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker
DAFTAR SEKARANG dan mainkan 4 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 10.000 di Romeopoker.
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99 dan Bandar Poker.
4 Games Populer
Texas Poker, Domino99, BandarQ dan Bandar Poker.
Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.romeopoker.com
BBM : D1BC1787
Line : 188ROMEOPOKER



Comments
Post a Comment