82 EKSPRESI SENYUM
82 EKSPRESI SENYUM
Alkisah seorang ibu tunggal yang bercerai dengan suaminya tiga tahun lalu. Ibu ini mendapat hak asuh atas anak tunggalnya.
Di sekolah anak itu, ada semacam buku laporan yang berguna sebagai perantara komunikasi antara guru dan orangtua anak agar si orangtua bisa mengetahui tingkah laku anaknya di sekolah. Pada buku laporan itu bisa tercetak dua macam cap bergambar: cap muka menangis dan cap muka tersenyum. Jika si anak tidak patuh dengan perkataan guru, berperilaku nakal, dan tidak fokus dalam kelas, maka ia akan diberi cap muka menangis.
Setiap kali anaknya mendapat cap muka menangis, maka si ibu akan meminta penjelasan lebih lanjut dari anaknya itu, serta menasihati panjang lebar.
Suatu malam ketika si ibu pulang kerja dengan tubuh yang sangat letih, ia disambut gembira oleh anaknya. Anak itu langsung berlari dan memeluk ibunya. Karena merasa kelelahan, si ibu hanya mengeluarkan kata-kata dingin untuk menyuruh anaknya mengambil buku laporan hariannya dan mengecek jumlah cap muka menangis yang tercetak di buku itu.
Saat itu, si anak merayu ibunya dengan berkata, ”Bu, hari ini kita hitung cap muka tersenyum yang aku dapat semester ini. Bisa, ya, Bu?” Setelah itu, si anak mengambil buku laporannya dan mulai menghitung cap muka tersenyum yang ternyata tercetak di buku dari bulan-bulan kemarin.
Si anak mulai menghitung cap mukanya dengan penuh perhatian. ”30.. 31… 45....” Mendengar suara anaknya yang penuh gembira menghitung cap muka tersenyumnya, sang ibu tidak dapat menahan air matanya. Ia baru menyadari bahwa anaknya ternyata mempunyai banyak sekali cap muka tersenyum. Ia jadi merasa bersalah karena selama ini selalu memperhitungkan cap menangis yang ternyata malah jumlahnya lebih sedikit daripada cap muka tersenyumnya.
Lalu si ibu teringat akan kejadian seminggu sebelumnya. Waktu itu si ibu mengajak anaknya pergi ke pasar untuk membeli roti. Karena kebetulan kala itu sedang turun hujan gerimis, ia menyuruh anaknya duduk manis di motor agar si anak tidak berlari ke sana kemari. Ketika kembali dari pasar, si ibu mendapati anaknya sedang duduk menelungkup di motor. Seketika itu juga si ibu marah karena anaknya tidak mempunyai sikap yang benar untuk duduk.
Si anak langsung bangun dan dengan tersenyum berkata, “Bu, aku duduk terlungkup agar air hujan tidak membasahi tempat duduk motor, jadi nanti tidak basah dan dingin saat diduduki!”
Mengenang hal itu, sang ibu meneteskan air mata. Tanpa disadarinya, anaknya sudah selesai menghitung semua cap muka tersenyum di buku laporan hariannya. ”Aku mendapat 82 cap muka tersenyum, Bu!” Seketika itu juga sang memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang dan berkata, ”Ibu akan menambahkan 18 cap muka tersenyum agar kamu bisa mendapat 100 muka tersenyum.” Lalu, si ibu menggambarkan 18 muka senyum dan membubuhi namanya.
Saudara-saudara yang Luar Biasa,
Kita sebagai manusia, entah itu orang dewasa maupun anak-anak, tentunya perlu juga untuk dipahami dan dipuji. Karena kata-kata pujian atau senyuman yang tulus mampu membangkitkan semangat dan mencerahkan hari-hari sesama kita.
Ingatlah, bunga yang disirami setiap hari akan lebih bertahan daripada bunga yang baru disirami ketika tampak hampir layu.
Salam Semangat...!!!
&&&&&&&&&
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Tempat bermain poker online dan domino99 online paling besar di Indonesia.
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker
DAFTAR SEKARANG dan mainkan 4 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 10.000 di Romeopoker.
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99 dan Bandar Poker.
4 Games Populer
Texas Poker, Domino99, BandarQ dan Bandar Poker.
Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.romeopoker.com
BBM : D1BC1787
Line : 188ROMEOPOKER
Yahoo Messenger : csromeopoker



Comments
Post a Comment