ZERO POINT
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan ngobrol santai dengan Salim Kartono, pendiri dan presiden direktur DRTV Corp. Saya cukup dekat dengan Pak Salim karena sudah kenal cukup lama karena saya pernah membantu menyusun buku-bukunya. Harap diketahui Pak Salim adalah seorang pemimpin bisnis, praktisi tulen, tapi juga seorang lifetime learner dan pemikir bisnis yang jempolan. Beberapa buku Pak Salim (antara lain CE Balance: The Road to Seko Bansai, 5ive Action to Drive Change on Demand, dan lain-lain) cukup kritis mengupas konsep-konsep bisnis yang menggabungkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip manajemen Timur (Tiongkok) dengan prinsip-prinsip formal-rasional manajemen Barat.
Obrolan saya dengan Pak Salim kali ini bukannya berdebat mengurai konsep pemikiran Confucius, Lao Tze, ataupun Collins-Porras, tapi justru menyangkut Pak Salim, yaitu perjalanan leadership dan entreprenurship-nya yang heroik penuh liku-liku. Saya pengin berbagi cerita hasil obrolan saya dengan Pak Salim kepada sidang pembaca, karena saya menemukan sebuah pelajaran yang very insightful mengenai apa yang saya sebut “ZERO POINT”. Yaitu sebuah titik atau posisi yang merepresentasikan serba keterbatasan; titik yang merefleksikan serba ketidaktahuan; titik yang mencerminkan serba kelemahan dan kepapaan; titik yang menandai keterpurukan.
Untuk menjelaskan terminologi ini, saya ingin cerita sedikit mengenai perjalanan awal karir Pak Salim. Pak Salim memulai karir dari nol sebagai buruh potong sabun di sebuah pabrik sabun di Medan pada akhir tahun 1960-an saat usianya masih dini 18 tahun. Karena adanya gonjang-ganjing politik tahun 1965, Pak Salim terpaksa tidak bisa lulus dari SMA. Di tengah kondisi lontang-lantung menjadi pengangguran, Pak Salim pun memutuskan kerja serabutan sebagai buruh potong sabun dengan gaji hanya Rp 4.500 per bulan.
Sebagai buruh potong sabun, pak Salim harus seharian berdiri untuk memotong sabun gelondongan yang berjalan di conveyer belt. Ia harus cekatan memotong setiap sabun yang keluar dari conveyer belt sehingga ukurannya pas dan presisi; tidak kebesaraan atau kekecilan. Tidak hanya itu, pemotongan sabun juga harus dilakukan pada saat yang tepat, karena jika terlalu cepat potongan sabun tidak akan bagus karena sabun masih terlalu lunak. Sedangkan jika terlalu lama juga tak akan bagus karena sabun sudah terlanjur mengeras sehingga akan sulit dipotong.
Yang menarik, walaupun pekerjaan tersebut adalah pekerjaan rendahan dan barangkali tidak berarti di mata orang lain, namun Pak Salim tidak malu, tidak komplain, tidak menyesali keadaan. Ia ikhlas menjalani pekerjaannya dengan kerja keras, keuletan, fokus, dan sungguh-sungguh. Memulai dari titik nol bukannya membuat Pak Salim loyo, tapi justru menjadikannya 1000% bekerja lebih keras dan 1000% bekerja lebih smart. Memulai dari titik nol menghasilkan energi berlipat bagi Pak Salim dalam menyongsong kesuksesan.
Ia teringat ungkapan bijak Confucius, bahwa “perjalanan seribu league (4,8 km) dimulai dengan satu langkah kaki.” Sebuah karya besar tak akan terwujud jika tidak diawali dengan sesuatu yang kecil. Pekerjaan sekecil apapun jika dilakukan dengan kesungguhan, ketekunan, dan passion akan menjadi sebuah awalan bagi terwujudnya karya besar. Memang seringkali kita lupa bahwa sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil, tidak bisa potong kompas. Justru tantangan besar kesuksesan kita hadapi di saat kita masih berada di titik terbawah ini: tidak percaya diri, tidak ada motivasi, minder, pesmis, bahkan menyalahkan keterbatasan yang kita miliki.
Kini, setelah melalui perjalanan karir selama lebih 40 tahun, akhirnya Pak Salim merasakan bahwa memulai dari nol merupakan momentum paling penting dan paling berharga dalam hidupnya, yang kemudian menempa karakter dan pandangannya mengenai bagaimana meraih kesuksesan. Moment of truth inilah yang kemudian menjadi titik tolak dan melandasi perjalanan karir Pak Salim berikutnya yang merangkak dari salesman menjadi manajer, kemudian direktur, dan akhirnya merintis bisnis sendiri.
Itulah THE POWER OF ZERO POINT!!!
Berada di zero point (atau setidaknya “PERASAAN” berada di zero point) menghasilkan sebuah tenaga yang luar biasa.
Berada di zero point 1000% melipatgandakan kemampuan survival kita.
Berada di zero point mendongkrak motivasi kita ke titik yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Berada di zero point memacu andrenalin kita untuk mengejar kesuksesan.
Berada di zero point membangun “sense of crisis” kita.
Berada di zero point mendobrak comfort zone kita.
Berada di zero point menghancur-leburkan suasana kemapanan kita.
Berada di zero point membangun spirit kesuksesan.
Di dalam filosofi Tiongkok kuno kita mengenal terminologi “weiji” yang mengatakan bahwa di dalam setiap krisis dan bencana (“wei”) selalu terdapat kesempatan dan peluang (“ji”). Mengacu ke filosofi itu, bisa saya katakan bahwa: “Di tengah kondisi serba keterbatasan, kondisi keterpurukkan, zero point, selalu tersimpan sebuah HARTA KARUN, berupa energi luar biasa, energi kesuksesan.
Menutup tulisan ini saya ingin mengutip pernyataan yang punya makna sangat dalam bagi saya. Kutipan itu datang dari alm. Steve Jobs, inovator paling sukses sejagat, saat ia dipecat dari Apple pada pertengahan tahun 1980-an. Kata Steve, “.... it turned out that getting fired from Apple was THE BEST THING that could have ever happened to me. The heaviness of being successful was replaced by the lightness of BEING a BEGINNER again, LESS sure about everything. It freed me to enter one of the MOST CREATIVE periods of my life.”
Hebatnya Steve, ia tidak menyikapi pemecatannya secara negatif dan pesimistik sebagai sebuah kekalahan, tapi justru sebaliknya membebaskannya memasuki masa-masa terkreatif dan terproduktif dalam perjalanan hidupnya. Yang menarik, memulai di zero point justru menjadikan Steve punya energi luar biasa untuk berkreasi, yang kita tahu akhirnya mengantarkannya untuk mencipta produk-produk paling kreatif dalam sejarah umat manusia seperti iPod, iPhone, atau iPad. Kondisi serba keterbatasan di zero point justru memberikan spirit luar biasa untuk merengkuh kesuksesan.
Pesan saya: di manapun posisi Anda, apakah sedang terpuruk, atau sedang di puncak tertinggi kesuksesan Anda, PASTIKAN bahwa semangat dan metalitas “zero point” ini hadir dalam hati dan sanubari Anda.
&&&&&&&&&&
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Tempat bermain poker online dan domino99 online paling besar di Indonesia.
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker
DAFTAR SEKARANG dan mainkan 4 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 10.000 di Romeopoker.
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99 dan Bandar Poker.
4 Games Populer
Texas Poker, Domino99, BandarQ dan Bandar Poker.
Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.romeopoker.com
BBM : D1BC1787
Line : 188ROMEOPOKER
Yahoo Messenger : csromeopoker



Comments
Post a Comment