PATUTKAH KITA DIBENCI..???
PATUTKAH KITA DIBENCI..???
Dibenci dan membenci adalah hal yang tidak mengenakkan. Mari, buka hati, lapangkan jiwa, tenangkan pikiran, maka benci yang ada justru membuat kita rajin mengevaluasi diri, sehingga kebaikan akan segera meluluhkan kebencian.
Hidup ini seimbang. Hukum keseimbangan berlaku bahwa ketika ada positif pasti ada negatif. Ketika ada pemenang pasti ada pencundang. Dan ketika ada yang suka dengan kita pasti juga akan ada orang lain yang membenci kita.
Benci yaitu tidak suka, lawan dari kata suka. Dan rasa tidak suka itu bisa muncul dalam diri kita sendiri kepada orang lain, atau kepada sikap kita sendiri yang sulit untuk kita ubah.
Ketika kebencian itu muncul pada kita, pada seseorang, mungkin akan lebih mudah jadinya bila kita mencari bentuk alasannya kenapa kita memilik perasaan itu. Akan lebih mudah juga bila akhirnya kita mengambil keputusan untuk meneruskan atau melanjutkan kebencian itu.
Yang menjadi persoalan adalah ketika ada orang yang membenci kita. Sikapnya selalu tidak enak pada kita. Dan apa yang kita lakukan selalu salah di matanya. Meminta maaf padanya jika kita tidak memiliki kesalahan tentu akan menjadi sesuatu yang aneh. Mengubah sikap kita yang tidak mengenakkan hatinya tentu juga akan menjadi hal yang sia-sia bila sikap itu menjadi sesuatu yang disukai orang lain dan berguna untuk orang lain.
Introspeksi tentu menjadi keputusan mutlak. Tapi setelah introspeksi itu berlangsung dan kebencian orang lain pada kita masih berlangsung, apa yang harus kita lakukan? Adabeberapa hal yang bisa kita pertimbangkan tentang sikap orang kepada kita:
1. Pentingkah Kita Memikirkannya?
Apakah benar penting atau tidak kita memikirkan kebencian orang lain kepada kita? Apakah kebencian itu benar-benar menjadi penting untuk diredam karena sudah merusak hidup kita? Atau apakah kebencian itu hanya sebagai embusan angin di tubuh kita? Jika kebencian itu sudah melebar, misal dengan memfitnah kita sehingga orang lain menjauh dari kita, maka penting bagi kita untuk meluruskannya dan tidak diam saja.
Bisa jadi orang lain tidak paham tentang kita. Bisa jadi orang yang membenci kita adalah orang yang lebih familiar dengan orang lain karena dia orang yang ramah.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Luruskan cerita buruk kita bila itu kita anggap penting untuk diri kita. Tapi kalau kita yakin dengan diam semua pasti akan berlalu, maka diam sajalah. Keputusan ada di tangan kita.
2. Kita atau Dia?
Ketika ada satu orang yang membenci kita, langkah yang kita ambil tentunya harus mengukur dengan timbangan bernama prioritas. Siapa yang sebenarnya bermasalah dalam hal ini? Kita atau dia? Kalau ia hanya membenci kita, mungkin memang ia bermasalah dengan kita. Tapi kalau ia membenci banyak sekali individu, maka masalah itu mungkin sebenarnya ada pada dirinya.
Tolok ukurnya tentu bisa kita cari tahu dari teman-teman yang lain. Indikator yang cukup mudah adalah ketika dia membenci kita, apakah banyak pihak yang mendukung kita? Jika banyak yang mendukung kita, bisa jadi memang kesalahan bukan pada diri kita.
Jhon Wit (The Flight) mengatakan bahwa “Kita bergosip karena kita gagal mencintai. Ketika kita mencintai orang, kita tidak mengkritik mereka. Jika kita mencintai mereka, kegagalan mereka menyakitkan.”
3. Siapa yang Terluka?
Pertanyaan tentang luka ini menjadi penting sifatnya. Sebab, individu yang tidak memiliki rasa sayang biasanya memiliki trauma di masa lalu. Trauma ini yang membuat ia tidak mudah untuk mengungkapkan perasaan kasih pada orang lain. Jika kita memang dibenci oleh orang yang sedang terluka, itu artinya yang mendapat masalah adalah diri mereka, bukan kita. Dan, cara terbaik yang harus kita lakukan adalah menolong orang itu agar ia tidak tenggelam dalam masa lalunya, yang membuat ia menjadi terus-menerus terluka dan terus-menerus membenci orang lain, dengan alasan yang tidak jelas.
4. Bolehkah Kita Balik Membencinya?
Jika kita merasa wajib membenci dia setelah kebencian dia pada kita, itu artinya kita tidak berbeda dengan dia. Padahal kebencian yang dilawan dengan kebencian sama seperti api yang dilawan dengan api. Akan semakin besar jadinya. Sama juga dengan ketika seseorang menimpuk kita dengan sebuah batu hingga berdarah, lalu kita membalas dengan timpukan yang sama dan membuat ia berdarah. Hingga akhirnya pertengkaran tidak pernah selesai.
Maka yang perlu kita lakukan sebenarnya mudah, lupakan saja. Anggap hal itu tidak ada. Anggap kebencian itu adalah salah satu cara orang lain memuji kita tapi dengan cara yang salah. Memaafkan menjadi salah satu solusi paling nyaman untuk menjadikan hidup kita lebih berbahagia.
5. Jangan-jangan Kita Terlalu Egois?
Ini juga yang harus kita pertimbangkan dengan baik. Ketika orang lain membenci kita, jangan-jangan itu terjadi karena kita terlalu berpusat pada diri sendiri, bukan pada orang lain. Artinya, kita terlalu egois dan merasa bahwa diri kita paling benar. Bahwa apa yang kita lakukan tidak mungkin membuat orang lain sakit hati. Orang-orang yang berpusat pada diri sendiri biasanya akan mudah terluka dengan apa yang dikatakan orang lain terhadapnya, dan juga mengalami kesulitan dalam berhubungan degan orang lain.
Untuk mengetahui hal ini tentu saja kita tidak bisa melakukannya sendiri. Cobalah untuk bertanya pada orang lain, siapa tahu ternyata kita justru berada pada posisi bahwa kitalah yang harusnya berintrospeksi.
6. Jangan Menjadi Lemah
Orang yang membenci dan kebencian itu yang membuat kita serba salah harusnya membuat kita juga mengevaluasi diri. Kenapa mau berada pada posisi seperti itu? Kenapa bisa kebencian orang lain membuat kita tidak bisa bergerak? Kenapa orang lain bisa dengan mudahnya membuat kita mundur ke belakang?
Jangan mau jadi orang yang lemah yang dianggap bisa diinjak-injak oleh orang lain. Jadilah pribadi yang kuat, sehingga ketika seorang membenci kita dan melemparkan kebencian kepada kita lalu memengaruhi orang banyak, kekuatan mental kita akan membuat mereka down lalu putus asa sendiri. Mari belajar menjadi pribadi yang kuat.
Dibenci memang tidak mengenakkan. Apalagi, sampai menciptakan permusuhan yang abadi. Karena itu, ada baiknya, jika merasakan “aroma” kebencian, sedari dini segera diantisipasi. Entah dengan memaafkan atau bahkan meminta maaf lebih dahulu, maka rasa benci yang timbul bisa segera dihilangkan. Dengan kelapangan hati, kita akan menemukan bahwa kebencian akan segera hilang jika kita mau saling lebih mengerti. Mari, raih kebahagiaan dengan menghilangkan kebencian.
&&&&&&&&&
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Tempat bermain poker online dan domino99 online paling besar di Indonesia.
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker
DAFTAR SEKARANG dan mainkan 4 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 10.000 di Romeopoker.
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99 dan Bandar Poker.
4 Games Populer
Texas Poker, Domino99, BandarQ dan Bandar Poker.
Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.romeopoker.com
BBM : D1BC1787
Line : 188ROMEOPOKER
Yahoo Messenger : csromeopoker



Comments
Post a Comment