HIDUP ADALAH ANUGERAH
HIDUP ADALAH ANUGERAH
”Haniiii....." suara teriakan yang lantang sekaligus mengejutkanku. Sesaat aku terkejut tak percaya dengan penglihatanku. Lama nian tak berjumpa dengan sobat baik ini. Sobat baik bahkan sangat baik. Wajahnya masih sama seperti dahulu, penuh keibuan.
Segera kuhampiri dan segera kujabat tangannya dengan rasa penuh kegembiraan. Alangkah beruntungnya bisa bertemu justru di supermarket dekat rumah. Kemudian kuajak menepi dan segera membayar belanjaan. Ternyata sobat inipun masih dengan sabarnya menungguku di free counter yang bebas digunakan bagi para pengunjung. Ah, masih sama juga kita berdua, selalu aku yang lebih lambat dibandingkan sobatku ini.
Bergegas kuhampiri sobatku yang sedang duduk. Kuletakkan tas belanjaan dan kutawarkan untuk mengambil segelas teh hangat untuknya. Perlahan aku bisa mengamati kondisi fisiknya. Mukanya sedikit pucat, beda dengan biasanya. Tadi saat berjalanpun seakan menahan rasa sakit.
"Kamu sehat? Bagaimana kabarmu selama ini? Lama tak jumpa. Masih tak berubah juga, wanita mandiri," sapaku dengan penuh ceria. Kami sama-sama pendatang ke negara Oshin. Bedanya dia lebih dahulu tinggal di negara Oshin dan beda negara saja. Dia berasal dari negara Tiongkok. Walaupun berbeda tetapi tetap satu. Apalah perbedaan asal negara, suku, ras, agama, pandangan politik, yang terpenting kami saling melengkapi dan saling cocok. Istilah kekinian, "Kalau diajak bicara bisa nyambung."
Dia menghela nafas panjang. "Sejak aku mengenalmu hingga sekarang, masih tak berubah juga. Kabarku baik, hanya sedikit bermasalah dengan kesehatan. Bagian lutut ini semakin susah digerakkan dan itu sungguh mengganggu aktivitas kegiatanku sehari-hari," keluhnya dengan raut muka pucat seakan menahan rasa nyeri.
Kudengarkan dengan seksama keluhannya. Tak sepatah katapun kupotong pembicaraannya. Setelah usai mendengarkan semuanya, kutawarkan apa yang bisa kubantu untuk meringankan beban sakitnya. Tentu saja rasa sakitnya tidak bisa kugantikan tetapi minimal aku bisa melakukan sesuatu yang membantunya.
"Kamu ke supermarket ini jalan kaki? Atau bersepeda? Tak mungkin bersepeda dengan kondisi lutut seperti ini kan?" tanyaku dengan raut curiga, teringat akan kenekatannya selama ini.
"Naik sepeda, bagaimana lagi? Aku harus belanja, kalau tidak bagaimana kami sekeluarga akan makan?" jawabnya dengan suara nyaris berbisik. Jawabannya sungguh menohok ulu hati, sangat mengejutkan walaupun aku sudah menduga. Tipe orang seperti sobatku ini adalah tipe yang tidak mau merepotkan orang.
"Kenapa tidak telpon aku? Aku kan bisa antar kamu ke dokter atau pergi belanja?" gumamku dengan nada tak puas.
Dia mengelengkan kepala tanda tak setuju. " Aku tidak ingin merepotkan kamu. Aku paham kamu sibuk dari pagi hingga malam, hanya tidur saja kamu bisa istirahat. Ayolah, aku benar tidak apa-apa, aku masih berusaha untuk mandiri. Jangan perlakukan aku seperti orang yang penyakitan ah," candanya dengan senyum tersamar.
"Baiklah. Aku yakin kamu pasti pulih kembali. Sekarang kuantar kamu pulang ke rumah dan besok juga kuantar ke dokter, bagaimana? Aku bisa antar kamu sehingga kamu tidak perlu menunggu kedatangan bis untuk sekadar ke dokter. Tawaran baikku tidak boleh ditolak. Ayo, kuantar sekarang. Di mana sepedamu diparkir?" candaku dengan nada geli. Benar-benar keras kepala sobat ini.
"Hah? Aku naik sepeda. Buat apa kamu antar aku? Aku bisa sendiri!" tolaknya dengan nada keras.
"Dengan kondisi lutut seperti ini dan juga belanjaan seabrek? Bahkan kamu juga beli beras 5 kg. Astaga, benar-benar dah kamu ini, keras kepala. Tidak untuk kali ini! Ayo, tunjukkan sepedamu di mana?" ucapku dengan nada gregetan.
Dengan tertatih-tatih sobatku melangkah keluar. Berdiri dari kursi saja nyaris tak mampu, bagaimana bisa bersepeda? Lututnya seakan tak mampu menahan beban berat tubuhnya yang besar dan tinggi. Selalu nyeri dan serasa ada yang patah katanya.
Setibanya di parkiran sepeda, segera kutaruh belanjaannya di keranjang depan. Lumayan berat juga, satu tas plastik besar dan beras 5 kg. Angin pun cukup kencang juga di bulan November, saat pertemuan itu.
"Aku yang mengayuh sepeda, kamu duduk saja. Kuantar sampai rumah. Toh tidak sampai 800 meter juga. Entenglah buatku tapi berat buat kamu. Sudah diam, sekarang duduk baik-baik," perintahku dengan nada tegas. Sejujurnya, ini benar-benar tidak enteng sama sekali. Bingung juga aku saat harus mengayuh sepeda. Berat sekali, dan berulangkali oleng. Lagi-lagi keberuntungan di pihakku, berhasil juga sampai di halaman rumahnya dengan selamat. Benar-benar pengalaman yang mendebarkan.
Esok harinya, kuantar sobatku ke dokter untuk memeriksakan kesehatan lututnya. Kali ini tidak naik sepeda, kuantar dengan naik mobil. Tentu saja sebagai supir antar jemput. Raut wajahnya terlihat bahagia, berulangkali mengucap terimakasih.
Indahnya persahabatan yang terjalin antar anak manusia tanpa membedakan asal negara, suku, ras, agama ataupun pandangan politik. Bagi saya, semua itu hanya embel-embel keduniawian saja. Manusia pada dasarnya semua sama, yang membedakan hatinya tega berbuat jahat atau welas asih, itu saja. Naif memang, tetapi sejatinya persahabatan antar manusia tidak seharusnya dikotori dengan hal-hal negatif.
Ada banyak hal yang bisa dijadikan pembelajaran kehidupan dari sobatku ini. Sebut saja namanya, Li Mei. Orangnya mandiri, selalu berpikiran positif bahwa akan ada solusi untuk setiap rintangan hidup. Tidak mudah menyerah, pantang merepotkan orang lain. Di saat sehat, selalu membantu orang lain, selalu berusaha ceria, dan selalu bersyukur akan kehidupan saat ini. Bagi saya, orang awam seperti Li Mei inilah yang harus dijadikan salah satu tokoh inspiratif dalam kehidupan dan itu juga yang saya lakukan dengan menulis sekilas profilnya.
Sama seperti yang pernah diungkapkan pak Andrie Wongso, "Hidup adalah anugerah. Senyumlah dengan hati, dunia pun damai dan indah".
Salam Semangat...!!!
&&&&&&&&&&
ROMEOPOKER | AGEN POKER ONLINE | AGEN DOMINO99 ONLINE | AGEN BANDARQ
Tempat bermain poker online dan domino99 online paling besar di Indonesia.
Selain menjadi pemain, anda juga dapat menjadi bandar melawan pemain lain di permainan BandarQ dan Bandar Poker
DAFTAR SEKARANG dan mainkan 4 permainan populer tahun ini. Minimal pengisian chips ke akun hanya Rp 10.000 di Romeopoker.
Dapatkan juga jackpot di permainan Poker, Domino99 dan Bandar Poker.
4 Games Populer
Texas Poker, Domino99, BandarQ dan Bandar Poker.
Kami dapat dihubungi 24 jam di :
Livechat : www.romeopoker.com
BBM : D1BC1787
Line : 188ROMEOPOKER
Yahoo Messenger : csromeopoker



Comments
Post a Comment