SEBUAH REFLEKSI
SEBUAH REFLEKSI
Dikisahkan, ada seorang raja yang menghadiahkan kalung berlian yang indah kepada sang buah hati, putri kesayangannya. Tapi beberapa hari kemudian, kalung itu hilang. Seluruh rakyat kerajaan itu sudah dikerahkan untuk mencari kalung di mana-mana tapi sia-sia saja. Lalu, sang raja meminta rakyatnya untuk terus mencari kalung berharga itu dan memberikan hadiah sebesar Rp100 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukannya.
Suatu hari seorang juru tulis berjalan pulang dengan melewati sebuah sungai di dekat daerah industri. Sungai itu sangat berpolusi, kotor, dan berbau. Selagi berjalan santai, si juru tulis melihat ada sesuatu yang berkilau-kilau di dalam sungai. Ketika diamati dari dekat, ia melihat kalung berlian tergeletak di dasar sungai. ”Ini pasti kalung milik sang putri. Ini kesempatan emasku untuk menjadi kaya,” ujar si juru tulis.
Tanpa ragu, si juru tulis memasukkan tangannya ke dalam air sungai yang sangat kotor dan berusaha mengambil kalung itu. Tapi entah kenapa ia tidak bisa mengambilnya. Setelah mengeluarkan tangannya dari air sungai, ia melihat lagi ke dalam sungai dan kalung itu masih ada di dalam sungai. Ia pun mencobanya lagi. Kali ini ia masuk ke dalam sungai, sehingga celananya menjadi kotor terkena air sungai yang hitam pekat. Seluruh tangannya dimasukkan ke dalam sungai dan mulai mencari-cari kalung berlian di dasar sungai. Anehnya, ia tetap tak bisa menemukannya! Ia keluar dari sungai, merasa sedih sekali.
Ketika dilihat kembali ke dalam sungai, kalung itu masih ada di sana. Untuk kali ini, si juru tulis bertekad mendapatkannya. Ia pun memutuskan untuk menceburkan dirinya ke dalam sungai, meski sadar betul seluruh tubuhnya akan menjadi kotor dan bau. Akhirnya ia menyelam dan mencari kalung itu. Tapi, tetap saja ia tak bisa menemukan dan kehabisan akal.
Saat itu muncul seorang tua yang bijak. Melihat wajah sedih campur bingung si juru tulis, bertanyalah orang tua bijak itu, ”Ada apa anak muda? Adakah yang bisa kubantu?”
Meski awalnya merasa ragu, si juru tulis akhirnya memutuskan untuk bercerita semuanya pada orang tua itu. Setelah mendengar cerita si juru tulis, orang tua itu menasihatinya,
”Cobalah kamu menengadah ke atas, ke dahan-dahan pohon. Mungkin seekor buruk gagak 'mencuri' kalung itu dan menjatuhkannya.”
Dengan segera si juru tulis melihat ke pepohonan di atasnya, dan benarlah.. kalung itu menggantung di dahan sebuah pohon. Jadi selama ini yang berusaha ia tangkap hanyalah refleksi kalung yang asli.
Saudara-saudara yang Bijaksana,
Kebahagiaan materi bisa dianalogikan seperti sungai berpolusi dan kotor dalam kisah tadi. Itu hanyalah refleksi dari kebahagiaan SEJATI di dalam dunia spiritual.
Kita tak kan pernah bisa meraih kebahagiaan yang kita cari, sebesar atau sekeras apa pun usaha yang kita kerahkan dalam dunia materi. Sebaliknya, andalkan Sang Mahakuasa, yang menjadi sumber kebahagiaan sejati, dan berhenti mengejar refleksi kebahagiaan ini di dunia materi.
Kebahagiaan spiritual adalah satu-satunya hal yang mampu memberikan kita kepuasan. Karena itu, marilah kita berlomba-lomba untuk mendapatkan kebahagiaan sejati selama kita masih hidup di dunia ini.
Salam Semangat...!!!
$$$$$$$$$$
188Domino.com Agen Poker Dan Agen DominoQQ Terpercaya Indonesia.
Tersedia 6 permainan popular untuk anda mainkan : Texas Hold’em Poker, Domino99, Capsa Susun, BandarQ,
AduQ dan Bandar Poker.
Support Bank Lokal Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, Danamon) Proses Deposit dan Withdraw Super Cepat!!
Promo 188Domino:
* Bonus Turnover Mingguan 0,3%
* Bonus Turnover Bulanan 0,2%
* Bonus Referal 15%
Minimal Deposit Rp 15.000 | Minimal Withdraw Rp 30.000
Hubungi Kami di :
* LIVEHCAT : 188Domino.com | Agen Poker | Agen Domino | Poker Online Terpercaya
* YM : 188Domino
* BBM : D3D8E67F
* LINE : 188DOMINO
* Wechat : CS188Domino


Comments
Post a Comment